Cabut hadiah nobel perdamaian bagi Obama

Cabut hadiah nobel perdamaian bagi Obama !

Advertisements

Mau tahu prinsip Amerika Ini dia prinsip Amerika…

Mau tahu prinsip Amerika ?…..

Ini dia prinsip Amerika : negara islam ? anti Israel ? mengancam Israel ? negara tersebut mengandung banyak minyak ? kepala negaranya nggka mau tunduk pada keinginan amerika ? maka…….. adu domba / pecah belah dengan oposisi / pembrontak !, serang !, hancurkan !, duduki !, gulingkan kepala negaranya….kuasai minyaknya,…itulah prinsip amerika…

Dialog Strategis Israel Amerika Incar Habisi Negara negara…

Dialog Strategis Israel – Amerika Incar Habisi Negara-negara Arab

Posted by Gema Dakwah on 04:19 // 0 comments

Informasi mengenai pertemuan dialog strategis antara Israel dan Amerika di Wasington pada 20 Oktober lalu sangat ringkas. Kabar yang didapat media internasional terbatas pada beberapa nama utusan dari dua belah pihak, dialog dilakukan setiap enam bulan dan pertemuan terakhir dilakukan di Tel Aviv pada Februari lalu dengan tema penting ancaman nuklir Iran. Tentu hal ini menegaskan komitmen Amerika menjaga keamanan Israel yang berarti secara teknis mewujudkan Israel sebagai negara paling unggul secara militer atas tetangganya dari negara-negara Arab yang dekat atau yang jauh, juga terhadap negara-negara di luar Arab, seperti; Iran dan Turki, dan menopang Israel secara esklusif dengan senjata penghancur masal di antaranya senjata nuklir.
Dalam penjelasan singkat setelah pertemuan berlangsung disebutkan, bahwa Amerika dan Israel komitmen menjalin kerjasama untuk memperkuat keamanan dan stabilitas dua kawasan. Dialog kali ini terbatas pada metode kerjasama yang kuat dalam konteks kepentingan bersama di kawasan. Pertanyaan yang muncul, bagaimana mungkin dialog strategis Amerika dengan Israel untuk kepentingan bersama? Bagaimana mungkin Amerika mempersenjatai Israel dengan senjata nuklir dan pesawat kargonya untuk kepentingan “bersama” padahal di kawasan terdapat Arab, Turki dan Iran? Bagaimana Amerika mendanai pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina dengan jaminan hutang untuk kepentingan Israel menyita tanah Palestina, menghancurkan rumah warganya, mengusir mereka dari negerinya, melakukan kejahatan perang, pemusnahan, pembersihan etnis mirip dengan pembersihan penduduk asli di Amerika, Kanada, Australia dan Amerika Selatan? Siapakah mereka yang mengkalim “Bersama” yang akan mengambil manfaat dari kerjasama strategi Amerika-Israel, kerjasama dalam sektor perang, pembangunan pemukiman Yahudi, sabotase intelijen terhadap semua negara di Timur Tengah, kerjasama mempertahankan keunggulan militer Israel, untuk menutupi kejahatannya menghancurkan keamanan Palestina, sumber usaha, kehidupan, hak-hak dan cara mempertahankan hidup mereka?
Dalam berinteraksi dengan informasi ini nampak jelas, betapa canggih media mereka mengemas informasi tanpa terdeteksi, supaya tidak ada seorangpun dari korban mereka mengendus sejauhmana kerjasama strategis antara Amerika dan Israel terhadap permusuhan dan pembersihan etnis Palestina, tercermin dalam blokade dan larangan rakyat Palestina menikmati kebebasan, demokrasi dan HAM! Secara otomatis membuktikan bahwa Amerika tidak pernah dan tidak akan pernah suatu waktu menjadi penengah yang netral untuk merealisasikan perdamaian dan keadilan menyeluruh. Ini menegaskan kegagalan proses perdamaian selama dua puluh tahun berlalu, karena Amerika sebagai pemantau di lapangan menjadi tertawan oleh dialog strategis dengan kekuatan penjajah Israel. Amerika berperan sebagai wasit, dan di lapangan justru membantu Israel sebagai kawan strategisnya dalam menghancurkan kehidupan rakyat Palestina, mengancam negara-negara tetangga, menebarkan peperangan dan instabilitas di Timur Tengah dengan target memelihara keunggulan militer Israel.
Hubungan hakiki antara Amerika dan Israel, keduanya berpartisipasi dalam politik di kawasan. Mereka telah mendiskusikan semua persoalan terkait perang, pembangunan pemukiman Yahudi, mengancam negara-negara kawasan, memecah negara-negara Arab dan menghancurkan satu demi satu dengan perang, fitnah internal, atau isolasi, di atas meja dialog strategis atara keduanya sebelum eksekusi bersama, baik di Irak, Palestina, Libanon, Sudan, Iran, Afghanistan atau Yaman. Termasuk mempersenjatai beberapa negara dengan catatan tidak mengancam Israel. Bahkan pegawai pemerintah Amerika memantau penyerahan sesuai persetujuan Israel dan politiknya terhadap Iran, Palestina dan persoalan lainnya. Dan tidak mungkin menunjuk mereka jika posisi mereka bersebrangan dengan kepentingan Israel. Mereka saat ini yang dikejutkan dengan ketidakmampuan pemerintah Obama merealisasikan upaya perdamaian di Timur Tengah hendaknya membaca kembali makalah berjudul “Berita Gembira tentang janji Obama” disiarkan harian Jewish Issues Watchdog (24/11/2008) yang isinya antara lain:
“Ada beberapa pertanyaan seputar penentuan pejabat pada pos-pos penting di pemerintahan Obama terkait pandangan mereka seputar Israel, Iran, Palestina dan persoalan lainnya. Saat ini saya tegaskan beberapa sebab meyakinkan bahwa tim berikutnya akan membawa hal-hal positif di Timur Tengah. Saat ini setelah dua tahun dari sejarah tersebut, kita tahu bahwa “Hal-hal positif” tersebut adalah Yahudisasi negara, percepatan pembangunan pemukiman Yahudi, penggusuran rumah-rumah warga Palestina di Al-Quds Timur, penerbitan UU di Knesset yang memaksa warga Palestina membayar upah penghancuran rumah mereka sendiri, larangan bekerja di sektor pariwisata supaya tidak memperlihatkan sesuatu berciri Palestina, memaksa mereka bersumpah untuk negara Yahudi, yang berarti pembersihan etnis Palestina.
Berikut adalah dokumen yang diterbitkan oleh “The Wikileaks” tentang perang di Irak, menegaskan bahwa kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Irak sama seperti yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina. Para pengamat menyatakan ketika perang Irak berlangsung, mereka tidak bisa membedakan apakah terjadi di Baghdad atau Al Quds, Gaza atau Najaf, Nablus atau Mosul, Jenin atau Fallujah karena semuanya meremehkan tempat-tempat suci, kehidupan manusia. Metode penghancuran dan penyiksaan di Abu Ghraib, dan Guantanamo adalah sama dengan yang digunakan secara luas di penjara Israel yang penuh dengan kejahatan yang memalukan dan menyedihkan, walaupun info ini bocor ke beberapa media, namun mereka tidak berani berbicara atau menuntut hukuman pelaku karena kerjasama strategis antara media Amerika dan Israel, dan mereka semua “bebas” untuk tidak mempublikasikan kejahatan yang dilakukan pemerintahnya melawan orang-orang Arab!
Pertanyaannya adalah siapa yang menghukum pembunuh dan penjahat perang jika Perserikatan Bangsa-Bangsa dan semua badannya, tetap di bawah hegemoni AS? (qm)
Dr. Busainah Syu’ban
(As Syarqul Qatriyah)
Sumber/infopalestina.com
http://sabilionline.blogspot.com/2010/11/dialog-strategis-israel-amerika-incar.html

Katakanlah Wahai hamba hambaKu yang melampaui batas terhadap…

Katakanlah, Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas, terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az Zumar: 53)

“Dan orang orang yang tidak menyembah tuhan yang…

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Alloh dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Alloh (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Alloh dengan kebajikan. Dan adalah Alloh maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Furqon: 68-70)

“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan…

“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa: 93)

Republika OnLine » Breaking News » Internasional Rafid…

Republika OnLine » Breaking News » Internasional

Rafid Ahmed, Si Pembohong yang Menyebabkan Irak Diserbu Amerika Serikat

Rabu, 16 Februari 2011, 11:35 WIB

Rafid Ahmed Truk pengangkut senjata biologis Irak, yang ternyata bohong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Serbuan Amerika Serikat ke Irak terbukti tanpa alasan yang kuat. Seorang pembelot asal Irak mengaku kalau dirinya memberikan informasi palsu pada Gedung Putih terkait senjata pemusnah massal agar AS menyerang Irak.

Ini untuk pertama kalinya Rafid Ahmed Alwan al-Janabi tampil di depan umum. Janabi yang dikenal dengan nama agen ‘Curveball’ oleh intelejen Jerman dan AS mengatakan pada Pemerintahan George W Bush kalau ia mendengar Irak memiliki senjata biologis yang berbahaya. Tentu saja ini bohong belaka.

“Saya membual soal cerita senjata pemusnah massal itu. Saya melakukan ini agar rezim Saddam Hussein jatuh,” kata pria yang membelot sejak 1995 ini.

“Mungkin tindakan saya benar. Atau mungkin salah. Tapi AS memberi saya kesempatan untuk menjatuhkan Saddam. Saya dan anak saya merasa bangga kami menjadi salah satu penyebab Irak kini terbebas dari Saddam dan menuju negara demokrasi,” katanya lagi.

Pengakuan ini menjadi bersejarah karena ia umumkan pada perayaan delapan tahun pidato bersejarah Menlu AS, Collin Powell di PBB, 5 Februari 2003. Saat itu Powell mengatakan bahwa AS punya bukti Irak mengembangkan senjata pemusnah massal yang berbahaya. Pernyataan Powell di PBB sepenhnya berdasarkan kebohongan yang Janabi sampaikan ke Badan Intelejen Jerman.

Kepala CIA di Eropa, Tyler Drumheller, mengatakan pengakuan Janabi ini sangat mengejutkan. Namun ia juga mengatakan lega mendengar pengakuan itu.

Janabi dijanjikan suaka politik di Jerman bila mengungkapkan rahasia soal senjata pemusnah massal Irak. Ia lantas mengatakan bahwa Irak punya mobil pengangkut senjata biologis. Ia mengaku pada Jerman bahwa dirinya sebagai insinyur kimia di pemerintahan Saddam.

“Saya sedih melihat kondisi Irak saat ini. Tapi apakah ada solusi lain menjatuhkan Saddam? Bisakah Anda memberikan solusi lain?” katanya.

“Saya percaya, tidak ada cara lain untuk menjatuhkan Saddam dan memberikan demokrasi ke Irak kecuali kebohongan seperti ini. Percayalah, tidak ada cara lain,” katanya, menegaskan.

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/16/164235-rafid-ahmed-si-pembohong-yang-menyebabkan-irak-diserbu-amerika-serikat