Ahmadiyah & Pembajakan Al-Qur`an

Ahmadiyah & Pembajakan Al-Qur`an

M. Amin Djamaluddin
Judul : Ahmadiyah & Pembajakan Al-Qur`an
Penulis : M. Amin Djamaluddin
Penerbit : Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI)
Tahun : 2005
Genre : Aliran & Kepercayaan
Tebal : 236 Halaman
ISBN : –

Di Tanah Air tercinta yang bernama Indonesia ini, bahwa segala sesuatu yang berbau bajakan itu memang sudah menjadi hal biasa. Pembajakan film-film dalam bentuk DVD, pembajakan software komputer, dan pembajakan buku-buku bestseller kerap dilakukan oleh oknum-oknum yang menganggap remeh hak sebuah karya cipta. Ancaman hukuman yang diberikan kepada pembajak tentu saja ada dan termaktub dalam undang-undang negara. Namun, semua itu diabaikan, karena faktor ekonomi lebih kuat tuntutannya.

Nah! Yang tidak habis pikir, bagaimana jadinya kalau sebuah kitab suci Al Qur`an juga ikut-ikutan dibajak oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Ahmadiyah? Sudah pasti hukumannya lebih berat beribu-ribu kali lipat dbanding para pembajak DVD, software komputer, dan buku-buku bestseller tadi. Latar belakang bukan untuk mencari fulus dari apa yang dibuatnya. Tapi, apapun tujuannya, yang pasti peristiwa semacam itu tentu saja telah menodai nilai religius dari Islam. Sebagai umat pemeluk agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW tentu saja marah dan jelas mengutuk. Karena zona akidah yang selama ini mereka anut merasa dicabik-cabik dengan keberadaan munculnya kitab baru yang dibawa oleh gerakan Qodianisme (Ahmadiyah).

Ya, kitab yang dianggap suci itu bernama Tadzkirah. Isinya penggalan dari ayat-ayat Al-Qur`an yang dicomot serampangan. Kemudian diramu sedemikian rupa dan ditambah dengan syair-syair dan pesan yang menurut pengakuan si pembuatnya adalah wahyu dari Tuhan. Kitab suci karya Mirza Ghulam Ahmad tersebut ditulis ke dalam berbagai bahasa; Urdu, Persia, dan Arab.

Buku ini khusus membedah isi dari kitab Tadzkirah yang ditelusuri ayat per ayat. Dari hasil pembedahannya itu banyak sekali penyimpangan, termasuk ayat-ayat yang tidak masuk akal sama sekali. Sebagian bajakan dari Al-Qur’an, sebagian lagi hanya lamunan Nabi Palsu Ghulam Ahmad yang didapat entah dari mana asal-muasalnya.

Kontan saja berbagai organisasi Islam banyak yang menentang. Termasuk juga laskar-laskar Islam lainnya yang jauh dari setuju dengan keberadaan gerakan Qodianisme asal India itu. Berbagai keputusan telah dikeluarkan. Fatwa dari Majelis Ulama Islam (MUI) juga sudah dikumandangkan ke seantero jagat. Aksi-aksi ke lapangan juga sudah bergilir dilakukan oleh Ormas (Organisasi Masyarakat) bergaris keras. Bahkan, Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai perintah menghentikan kegiatan Ahmadiyah yang diteken oleh Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung itu pun sudah dikeluarkan.

Memang secara hakiki kebebasan beragama itu layak dihormati. Tapi kalau sampai menciderai umat lain tentu saja menjadi perkara yang beda. Ok, untuk lebih lengkapnya silahkan cari tahu dari dalam buku yang ditulis oleh M. Amin Djamaluddin ini. (muluk)
http://wisata-buku.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1275&Itemid=1418

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: