Sudah 84 Bank di AS Bangkrut

Sudah 84 Bank di AS Bangkrut

Senin, 31 Agustus 2009 | 11:50 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Kembali tiga bank AS bangkrut pada hari Jumat (28/8) waktu setempat. Total bank yang bangkrut sudah mencapai 84 pada tahun ini. Walaupun sudah ada tanda pemulihan ekonomi, industri perbankan masih harus berjuang karena kondisi keuangan yang semakin buruk.

Regulator perbankan AS menutup Affinity Bank of Ventura, California; Bradford Bank, Baltimore; dan Mainstreet Bank of Forest Lake, Minnesota. Total dana deposan yang dilindungi di bawah program penjaminan pemerintah sebesar 446 juta dollar AS. Penjaminan ini akan ditanggulangi oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), milik Pemerintah AS.

FDIC mengambil alih tiga bank itu, yaitu Affinity Bank beraset 1 miliar dollar AS dan memiliki 922 juta dollar AS deposito, Bradford Bank dengan aset 452 juta dollar AS aset dan deposito 383 juta dollar AS deposito, serta Mainstreet Bank beraset 459 juta dollar AS dan deposito 434 juta dollar AS.

FDIC juga bekerja sama dengan sejumlah bank lain untuk menangani sejumlah bank bangkrut dan bermasalah. Pacific Western Bank yang barbasis di San Diego telah sepakat mengambil deposito dan aset dari Affinity Bank. FDIC dan Pacific Western sepakat berbagi kerugian sebesar 934 juta dollar AS dan kredit macet dan aset lain.

Cabang Affinity Bank di San Francisco dan San Mateo akan dibuka kembali dengan nama Pacific Western Bank.

Manufacturers and Traders Trust Co berpusat di Buffalo, New York, sepakat mengambil deposito dan aset Bradford Bank. Sembilan cabang Bradford Bank akan dibuka dengan nama M&T.

Central Bank, yang berpusat di Stillwater, Minnesota, mengambil deposito dan aset dari Mainstreet Bank. Delapan cabangnya akan dibuka kembali sebagai cabang dari Central Bank.

FDIC dan M&T juga sepakat berbagi kerugian sebesar 338 juta dollar AS dari Bradford Bank. Perjanjian serupa juga berlaku untuk Central Bank yang mengambil kerugian Mainstreet Bank sebesar 268 juta dollar AS.

Dengan adanya penutupan bank ini, FDIC harus mengeluarkan biaya sebesar 19 miliar dollar AS. Secara total, FDIC memberikan jaminan terhadap 4,5 triliun dollar AS dana deposan di AS.

Ironisnya, pada pertengahan pekan lalu lembaga penjaminan AS (FDIC) mengumumkan bahwa dana mereka semakin menipis, hanya tersisa 10,4 miliar dollar AS pada akhir kuartal kedua.

Ketua FDIC Sheila Bair mengatakan, kebangkrutan bank masih akan terjadi. Jumlah bank yang bangkrut mencapai 84 tahun ini merupakan angka tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Belanja konsumen

Sementara itu, pengeluaran konsumen AS pada Juli meningkat. Hal itu dibantu program pemberian uang tunai dari pemerintah untuk konsumen yang membeli mobil.

Departemen Perdagangan AS menyatakan, pengeluaran konsumen, yang menyumbang dua pertiga pada produksi domestik bruto (PDB) AS, naik dalam tiga bulan berturut-turut sebesar 0,2 persen. Kenaikan tersebut telah diperkirakan oleh para analis.

Kenaikan pengeluaran konsumen ini tidak hanya dinantikan produsen dari AS, tetapi juga para importir dari seluruh dunia. AS yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar di dunia mengimpor berbagai macam barang dari seluruh penjuru dunia. Kenaikan pengeluaran berarti pula kenaikan permintaan pada berbagai jenis barang.

Walaupun demikian, kenaikan ini masih berada pada tingkat yang rendah. ”Jika pemulihan berhasil, kita memerlukan lebih banyak rumah tangga yang membuka dompetnya. Apa yang kita lihat terjadi pada Juli lalu hanyalah pengeluaran dari orang-orang yang membersihkan debu dari dompetnya,” ujar Joel Naroff dari perusahaan konsultasi Naroff Economic Advisors.

Belanja riil pada barang berjangka waktu lama naik 1,8 persen pada Juli 2008, setelah naik 0,8 persen pada Juni. ”Pembelian kendaraan bermotor dan komponennya mendorong kenaikan belanja konsumen pada Juli,” demikian pernyataan Departemen Perdagangan.

Pada 27 Juli lalu diluncurkan program diskon pembelian otomotif. Hal ini bertujuan mencegah industri otomotif dalam kebangkrutan akut.

”Kenaikan belanja konsumen hampir sepenuhnya didukung oleh kenaikan penjualan kendaraan bermotor karena paket stimulus untuk otomotif itu,” ujar analis dari situs Briefing.com.

Konsumen mendapat pengembalian uang hingga 4.500 dollar AS atau Rp 45 juta jika menukar mobil tua mereka dengan mobil baru yang lebih efisien bahan bakar dalam rangka program car allowance rebate system (CARS).

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/31/11504280/sudah.84.bank.di.as.bangkrut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: