Vivendi Terancam Bangkrut

Vivendi Terancam Bangkrut

Paris, Senin – Kalangan investor dan staf perusahaan terus memantau harga saham Vivendi Universal, konglomerat media yang berbasis di Paris. Pekan lalu harga saham Vivendi Universal anjlok 45 persen dalam tiga hari saja.

Pimpinan Vivendi yang baru, Jean-Rene Fourtou, Minggu (18/8), mengeluarkan surat terbuka ke pemegang saham dan staf, yang mengatakan keyakinan dia dapat menyelesaikan krisis keuangan perusahaan, yang bisnis intinya adalah pengadaan sarana umum sebelum merambah ke bidang lain.

Diduga ekspansi tersebut, serta kelesuan bisnis menjadi pemicu kesulitan keuangan perusahaan. Hal serupa terjadi di sejumlah perusahaan besar di Indonesia ini.

Pada perdagangan hari Senin, harga saham Vivendi naik 3,76 persen menjadi 9,65 euro per lembar. Dalam pada itu, Fourtou bersama sejumlah bank sedang mendiskusikan pinjaman baru senilai 3 milyar euro. Dia juga menegosiasikan penjualan aset bukan inti (non-core assets) untuk mendapatkan dana tambahan sebesar 10 milyar euro.

Setengah dari jumlah itu harus tersedia dalam sembilan bulan untuk memperlancar jalannya bisnis yang antara lain bergerak di bidang media itu.

Krisis keuangan Vivendi dipicu oleh penampilan bisnis yang mengecewakan dalam setengah tahun ini, yang diumumkan pekan lalu. Vivendi mengalami kerugian sebesar 12,3 milyar euro pada periode itu. Perusahaan menyatakan total utang sebesar 35 milyar euro, termasuk 19 milyar euro di divisi bisnis yang menangani sarana umum dan lingkungan.

Informasi lain yang tidak diberitakan Vivendi adalah perusahaan membutuhkan dana segar sebesar 5,6 milyar euro untuk pembiayaan perusahaan selama periode Juli 2002 hingga Maret 2003 untuk menghindari posisi utangnya dinyatakan default (gagal membayar).

Informasi tersebut muncul setelah lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s dan Moody’s Investor Services menurunkan status utang Vivendi menjadi junk (kurang lebih artinya tak terbayar).

Pekan lalu, perusahaan broker Merrill Lynch (ML) mengatakan telah menurunkan status utang Vivendi menjadi “netral” dari “buy” (direkomendasikan untuk dibeli). ML juga menurunkan perkiraan penerimaan Vivendi dan meramalkan tambahan utang di Vivendi akan ada sebesar 2,2 milyar euro.

Sementara itu salah satu kreditor utama Vivendi, Deutsche Bank pekan lalu mengatakan adalah tidak mungkin merekomendasikan pembelian saham perusahaan yang diancam kebangkrutan.

Vivendi disarankan untuk menjual asetnya yang masih menarik investor dan kembali bisnis inti, dimulai dengan penjualan perusahaan penerbitan buku pendidikan yang ada di AS, Houghton Mifflin, dan mungkin juga seluruh divisi penerbitan, termasuk majalah berbahasa Perancis L’Express dan L’Expansion, serta bisnis pembuat videogame.

Jika itu dilakukan itu, maka akan sirnalah posisi Vivendi sebagai raksasa media dunia yang sebelumnya diotaki mantan Ketua Jean-Marie Messier, yang mundur dari jabatannya awal Juli lalu. (AFP/mon)
sumber : http://64.203.71.11/kompas-cetak/0208/20/ln/vive03.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: