zina

Cari hadist

Help

Ditemukan 66 hadist dengan kata “zina”.

0027. “Dari Abu Idris Aidzullah bin Abdullah bahwasanya Ubadah bin Shamit dan ia adalah orang yang menyaksikan yakni ikut bertempur dalam perang Badar. Ia adalah orang seorang yang menjadi kepala rombongan pada malam bai’at Aqabah, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda dan disekeliling beliau saw. itu tampak beberapa sahabatnya. Beliau bersabda: “Berbai’atlah kamu kepadaku untuk tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina dan tidak membunuhanak-anakmu dan jangan kamu bawa kebohongan yang kamu buat-buat antara kaki dan tanganmu, dan janganlah kamu mendurhakai kebaikan. Barang siapa di antaramu yang menepatinya maka pahalanya atas Allah dan barangsiapa yang terkena sedikit daripada itu dan disiksa di dunia karenanya, maka itulah tebusannya. Dan barangsiapa yang terkena sedikit daripadanya kemudian ditutupi oleh Allah hal itu terserah Allah, jika Dia menghendaki maka Dia memaafkannya. Maka kami berbai’at atas hal itu.”
(HR: Bukhari)

0080. “Dari Anas ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: “Sesungguhnya sebagian dari tanda-tanda kiamat adalah dihilangkannya ilmu, ditetapkannya kebodohan, diminumnya khamer dan nampaknya perzinaan.”
(HR: Bukhari)

0081. “Dari Anas ra., ia berkata: “Sungguh aku ceritakan kepadamu suatu hadist yang tidak diceritakan kepadanya oleh seorangpun sesudah saya. Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda: ” Sesungguhnya sebagian dari tanda-tanda kiamat adalah menyedikitnya ilmu, nampaknya kebodohan dan perzinaan, banyaknya wanita dan sedikitnya laki-laki sehingga lima puluh wanita satu penegak (laki-laki yang mengurus).”
(HR: Bukhari)

0118. “Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya manusia berkata: Abu Hurairah itu memperbanyak (periwayatan). Seandainya tidak karena dua ayat dalam kitabullah (Al Qur’an) niscaya saya tidak menceritakan hadits. Kemudian ia membaca:”INNALLADZINA YAKTUMUUNA MAA ANZALNAA MINAL BAYYINAATI WAL HUDAA sampai firman ……….ARRAHIIM” (Sesungguhnya orang-orang yang menyimpan apa yang Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk ……….. sampai firmannya: Yang Maha Pengasih). (Al Baqarah: 159 – 160). // Sesungguhnya saudara-saudara kami orang-orang Muhajirin pergi ke pasar-pasar, saudara-saudara kami orang-orang Anshar sibuk mengurusi harta benda mereka, dan Abu Hurairah selalu bersama Rasulullah saw. karena perutnya kenyang (mencukupkan dengan makan seadanya), ia mendatangi apa yang mereka tidak datang dan ia hafal apa yang mereka tidak hafal.”
(HR: Bukhari)

0633. “Dari Abu hurairah ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tujuh orang yang dilindungi Allah dalam naunganNya pada hari tidak ada naungan selain naunganNya yaitu Imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang dalam perkembangannya beribadah kepada Tuhannya, orang yang hatinya terpancang di masjid, dua orang yang paling mencintai karena Allah dalam berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diminta (untuk zina) oleh wanita yang berkedudukan dan cantik namun ia menjawab: “Sesungguhnya saya takut kepada Allah”, seorang laki-laki yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinafkahkan oleh tangan kanannya, dan seorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi lalu matanya mencucurkan (air mata).”
(HR: Bukhari)

1325. “Dari Samurah bin Jundub ra., ia berkata : “Ketika Nabi saw. selesai shalat shubuh, beliau menghadap dengan wajah beliau ke arah kami dan bersabda : “Siapakah yang tadi malam mimpi. Jika salah seorang di antaramu mimpi maka ceritakanlah!” Beliau bersabda apa yang dikehendaki Allah. Suatu hari beliau bertanya kepada kami : “Apakah ada salah seorang di antara kamu yang bermimpi?” Kami menjawab : “Tidak”. Beliau bersabda : “Tadi malam aku melihat dua orang datang kepadaku, lalu keduanya memegang tanganku, dan mengeluarkan aku ke tanah suci. Tiba-tiba ada seseorang yang sedang duduk seseorang berdiri di tangannya ada tonggak besi yang dimasukkannya dalam sudut mulut hingga sampai ke tengkuknya. Kemudian ia melakukannya pada sudut lain dari mulutnya seperti itu. Sudut mulutnya pulih lalu ia mengulangi dan berbuat seperti itu. Saya bertanya : “Apakah ini?” Keduanya berkata : “Berangkatlah!” Maka kami berangkat sehingga kami sampai kepada seorang laki-laki yang sedang berdiri, di atas kepalanya ada batu sekepal atau batu besar untuk meremukkan kepalanya. Kepalanya kembali seperti sediakala, ia mengulangi dan memukulinya. Aku bertanya : “Siapakah orang ini?” Keduanya berkata : “Berangakatlah!”, lalu kami berangkat ke sebuah lubang seperti tungku api atasnya sempit bagian bawahnya luas, di bawahnya dinyalakan api, ketika ia telah dekat, mereka naik sehingga mereka hampir keluar, tiba-tiba api itu padam, mereka kembali ke sana dan di sana ada orang laki-laki dan perempuan telanjang. Saya bertanya : “Siapakh ini?” Keduanya berkata : “berangkatlah!” Maka kami berangkat sehingga kami tiba pada sungai darah, di sana ada seorang laki-laki yang sedang berdiri. Dan di tengah-tengah api ada seorang laki-laki yang di mukanya ada batu, lalu orang yang di sungai itu menghadap, apabila ia mau keluar, maka orang laki-laki lain melempari dengan batu dalam mulutnya, maka ia dikembalikan ke tempat semula. Setiap kali ia mau keluar, ia dilempar dengan batu pada mulutnya, lalu ia kembali sebagaimana sebelumnya. saya bertanya : “Apakah ini?” Keduanya berkata : “Berangkatlah!” Maka kami berangkat, sehingga kami sampai ke taman yang hijau, dan di sana ada pohon besar di pangkalnya ada orang tua dan anak-anak. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang dekat dari pohon itu, di mukanya ada api yang dinyalakannya. Keduanya membawa aku naik ke pohon dan memasukkan aku ke sebuah rumah yang tidak pernah aku melihat rumah lain yang lebih baik daripadanya, keduanya menaikkan aku ke pohon, memasukkan aku ke sebuah rumah yang lebih baik dan lebih utama daripada rumah yang pertama, di dalamnya banyak orang-orang tua dan pemuda-pemuda. Aku berkata : “Aku mengelilingi pada malam ini, maka beritakanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat!” Keduanya menjawab : “Ya” adapun orang yang engkau lihat, yang mana ia dibelah rahangnya adalah pendusta yang memerintahkan kebohongan, lalu kebohongan itu dibawanya sampai ke angkasa, lalu dibuat sampai hari kiamat. Orang yang engkau lihat kepalanya diremukkan ialah seorang yang diajari Allah akan Al Qur’an lalu ia tidur malamnya dan tidak mengamalkan di siang hari. Hal ini dijalankan terus sampai kiamat. Orang yang engkau lihat di dalam lubang adalah para pezina. Orang yang engkau lihat di dalam sungai adalah pemakan riba. Orang tua yang di pangkal pohon adalah Ibrahim sedangkan anak-anak yang di sekitarnya anak orang-orang. Orang yang sedang menyalakan api adalah malaikat Malik, penjaga neraka. Rumah pertama yang engkau masuki adalah rumah kaum muslimin pada umumnya. Adapun rumah ini (yang kedua) adalah rumah para syuhada’. Saya adalah Jibril dan ini adalah Mikail. Angkatlah kepalamu!” Maka aku mengangkat kepalaku tinggi-tinggi di atasku ada seperti awan. Keduanya berkata : “Itulah rumahmu.” Aku berkata : “Biarkanlah aku masuk ke rumahku.” Keduanya berkata : “Engkau masih mempunyai umur yang belum engkau sempurnakan. Seandainya engkau telah menyempurnakannya, niscaya engkau mendatangi rumahku.”
(HR: Bukhari)

1362. “Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : “Seseorang berkata : “Sungguh saya akan bersedekah dengan suatu sedekah. Lalu ia mengeluarkan sedekahnya, dan sedekah itu diberikan pada tangan pencuri, maka menjadi bahan pembicaraan : “Pencuri diberi sedekah.” Ia mengucapkan : Wahai Allah, segala puji bagi-Mu, sungguh saya akan bersedekah.” Lalu sedekah itu diberikan kepada wanita pezina. Menjadilah pembicaraan : “Tadi malam wanita pezina diberi sedekah.” Ia mengucapkan : “Wahai Allah, segala puji bagi-Mu, atas (sedekah) pada wanita pezina. Sungguh saya akan bersedekah.” Lalu ia ia mengeluarkan sedekahnya, dan sedekah itu diberikan kepada orang kaya, menjadilan pembicaraan : “Orang kaya diberi sedekah” lalu ia mengatakan : “Wahai Allah, bagi-Mu segala puji atas (sedekah) kepada pencuri, wanita pezina (pelacur) dan orang kaya.” Ia didatangi (Malaikat – pen) dan dikatakan kepadanya : “Adapun sedekahmu pada pencuri maka mudah-mudahan ia menjaga diri dari mencuri, adapun pezina semoga ia menjaga diri dari zinanya. Adapun orang kaya, semoga ia mengambil pelajaran, lalu ia menginfaqkan terhadap apa yang telah diberikan kepadanya.” ”
(HR: Bukhari)

2617. “Dari Aisyah ra, istri Nabi saw, bahwa sesungguhnya dia (Aisyah) berkata; Adalah Utbah bin Abi Waqqash menyatakan kepada saudaranya, Sa?d bin abi waqqash; ?Laki-laki anak amat (budak perempuan)nya Zam?ah adalah dariku (Anakku), maka ambillah dia padamu?. Maka ketika tahun Fathu (Makah) Sa?d mengambil anak itu, maka Sa?d berkata: ?(Anak ini) anak saudaraku. Dia telah menyatakan kepadaku untuk memungutnya?. Maka berdirilah ?Abdu Putra Zam?ah dan dia berkata: ?(Anak ini) adalah saudaraku dan anak amatnya ayahku. Dia lahir di atas sprainya?. Lalu dua orang ini bergegas kepada Rasulullah saw. Sa?d berkata: ?Wahai Rasulullah, (anak ini) anak saudaraku. Dia menyatakan kepadaku pemungutannya?. Dan ?Abdu bin Zam?ah berkata: ?(Anak ini) saudaraku dan anak amatnya ayahku?.” “Bersabda Rasulullah: ?Dia milikmu, hai ?Abdul Zam?ah; Anak adalah milik (pemilik) sprai, dan bagi laki-laki yang berzina adalah kerugian (tidak berhak terhadap anak yang lahir)?. Lalu beliau bersabda kepada Saudah bin Zam?ah (istri beliau): ?Berhijablah kamu terhadap dia?, Ketika beliau melihat pada anak ini serupa Utbah. Maka anak itu tidak melihat Saudah sampai bertemu Allah (meninggal). ”
(HR: Bukhari)

2639. “Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: ?Jauhilah tujuh perusak?. Mereka (para sahabat) berkata: ?Wahai Rasulullah, apakah itu?? Beliau bersabda: ?Mensekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq, makan riba, makan harta anak yatim, berpaling dari kancah peperangan dan menuduh (zina) kepada perempuan-perempuan yang baik-baik dan beriman yang lalai (terhadap kemaksiatan).?”
(HR: Bukhari)

6515. Dari Abdullah Ibnu Mas`ud, dia berkata: Seorang laki-laki bertanya: “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda:”(Dosa yang paling besar) adalah bahwa kamu menyembah (membuat) sepadan kepada Allah sedangkan Dia telah menciptakan kamu”. Ia bertanya: “Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda: “Kamu membunuh anakmu, karena mengkhawatirkan dia makan bersama kamu”. Ia bertanya: “Kemudian apa, lagi?” Beliau bersabda: “Kamu menzinahi istri tetanggamu”. Lalu Allah Azza Wa Jalla menurunkan, sebagai pembenaran demikian: ” Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) — kecuali dengan (alasan) yang benar — dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (Al-Furqan:68)
(HR: Bukhari)

Awal <> Akhir

Copyright ©2005
IslamDotNet
Hak Cipta dilindungi ALLAH SWT

Posted in zina. Tags: . Leave a Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: